Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2009

Kenalan Yang Sangat Singkat

“Sih, kamu dicari temanku,” kata Mas Deni seraya mendekatiku.
“Teman yang mana Mas,” tanyaku sambil mengingat-ingat teman mana yang dimaksud Mas Deni.
“Itu, temanku yang namanya Hendro, rumahnya di depan toko Cahya.”
“Kira-kira aku udah tau wajahnya belum?”
“Maksudnya?” tanya Mas Deni tidak mengerti.
“Ya maksudnya apakah aku udah kenal sebelumnya?” tanyaku bermaksud menjelaskan ke Mas Deni.
“Lho, dia mau kenalan sama kamu,” tambahnya, “Berarti dia ya belum kenal tho sama kamu, karena belum kenal makanya dianya mau kenalan sama kamu.”
“Oo, maksudnya dia mau kenalan?” sahutku tanpa dosa. “Eh, tadi kok kata Mas Deni dia nyari aku, kalo nyari berarti khan aku udah kenal?”
“Eh, ini anak, serius lho ini, bahkan duarius,” katanya menegaskan.
“Oke, oke, kapan dia mo kenalan? Trus kenapa dia mo kenalan? Emang dia udah tau aku? Taunya dimana?” tanyaku tak mau kalah.

Sabtu, 14 Februari 2009

Hadiah Valentine Special

Hari Valentine. Katanya hari ini identik dengan kasih sayang. Tapi ada yang berpendapat, mengapa harus di setiap tanggal 14 Februari. Bukankah kasih sayang itu harusnya setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik. Kasih sayang dengan orang-orang yang memang dekat dengan kita dan kita cintai dan sayangi. Begitulah kira-kira, pendapat yang ada di masyarakat. Begitupun juga pendapatku. Selama ini aku tidak pernah merayakan Hari Valentine.

Tapi untuk hari ini, 14 Februari 2009, yang katanya memang bertepatan dengan Hari Valentine, aku mendapat sebuah hadiah yang sangat spesial bangeeeeeeeeeeet.

Tuhan Yang Esa telah menjawab doa-doaku. Dia telah memberiku anugerah, yaa aku bilang anugerah, karena sangat membuatku bahagia. Bukan hanya aku, tetapi juga keluargaku.

Kamis, 12 Februari 2009

Belajar Menikmati Perjalanan

“Nanti turun dulu di Terminal Blitar ya dik, kita beli bakso dulu, perut Mas lapar.”
Tiba-tiba aku tersadar dari lamunan, kulihat Pak Sopir sedang konsentrasi mengemudi. Para penumpang ada yang tidur, ada yang baca koran, ada yang sedang minum aqua, ada yang makan camilan, dan bahkan ada juga yang hanya bengong, aku nggak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Ada yang asyik memperhatikan pemandangan di kiri kanan bis. Juga ada yang ikut memperhatikan jalan, layaknya sopir.
“Ah, ternyata seperti ini situasi dalam sebuah bis, betapa bodohnya aku sudah berkali-kali naik bis tapi tidak pernah memperhatikan situasi yang sebenarnya di dalam bis,” pikirku dalam hati.
“Dik, kok ngelamun, tadi dengar nggak?”
“Eh, iya,” kucoba cari arah suara.
“Ya Allah, ternyata aku tidak sendirian dalam perjalanan kali ini. Aku ditemani oleh seseorang. Kenapa aku hampir melupakannya?” pikirku.
Ya, aku memang sering melakukan perjalanan. Yang paling sering sich perjalanan dari Tulungagung ke Malang dan sebaliknya. Karena dalam rangka menuntut ilmu. Dan selama ini aku memang sering, bahkan hampir selalu sendirian dalam perjalanan. Entahlah kenapa aku menyukai kesendirian. Mungkin karena latar belakangku sebagai anak tunggal yang biasa melakukan apa saja sendirian.
“Iya, tadi ngomong apa Mas?”