<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726</id><updated>2011-11-28T07:13:47.849+07:00</updated><category term='perbandingan'/><category term='milad'/><category term='hadiah'/><category term='indonesia'/><category term='belanda'/><category term='muhammadiyah'/><category term='bahasa'/><category term='kenalan'/><category term='cerita'/><title type='text'>Berbagi Cerita dengan Teman dan Sahabat</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-9067357650667427279</id><published>2010-12-29T10:36:00.000+07:00</published><updated>2010-12-29T10:36:01.062+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhammadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milad'/><title type='text'>Acara Milad di DOM UMM</title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam rangka Milad 'Aisyiyah ke 96 mempersembahkan Gebyar Tari Masal Dolanan yang diikuti seluruh TK 'Aisyiyah se Kota Malang yang diselenggarakan di DOM UMM pada hari Sabtu, tanggal 18 Desember 2010 / 11 Muharrom 1432, videonya silahkan dinikmati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/mGsrRQjmzMQ?fs=1" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-9067357650667427279?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/9067357650667427279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2010/12/acara-milad-di-dom-umm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/9067357650667427279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/9067357650667427279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2010/12/acara-milad-di-dom-umm.html' title='Acara Milad di DOM UMM'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/mGsrRQjmzMQ/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-757483786656122731</id><published>2009-03-05T22:07:00.000+07:00</published><updated>2010-12-27T23:13:36.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Kenalan Yang Sangat Singkat</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;“Sih, kamu dicari temanku,” kata Mas Deni seraya mendekatiku.&lt;br /&gt;“Teman yang mana Mas,” tanyaku sambil mengingat-ingat teman mana yang dimaksud Mas Deni.&lt;br /&gt;“Itu, temanku yang namanya Hendro, rumahnya di depan toko Cahya.”&lt;br /&gt;“Kira-kira aku udah tau wajahnya belum?”&lt;br /&gt;“Maksudnya?” tanya Mas Deni tidak mengerti.&lt;br /&gt;“Ya maksudnya apakah aku udah kenal sebelumnya?” tanyaku bermaksud menjelaskan ke Mas Deni.&lt;br /&gt;“Lho, dia mau kenalan sama kamu,” tambahnya, “Berarti dia ya belum kenal tho sama kamu, karena belum kenal makanya dianya mau kenalan sama kamu.”&lt;br /&gt;“Oo, maksudnya dia mau kenalan?” sahutku tanpa dosa. “Eh, tadi kok kata Mas Deni dia nyari aku, kalo nyari berarti khan aku udah kenal?”&lt;br /&gt;“Eh, ini anak, serius lho ini, bahkan duarius,” katanya menegaskan.&lt;br /&gt;“Oke, oke, kapan dia mo kenalan? Trus kenapa dia mo kenalan? Emang dia udah tau aku? Taunya dimana?” tanyaku tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Satu-satu Non kalo tanya,” jawabnya dengan sabar. “Gini, dia sering ngeliat kamu main ke tempatku. Trus dianya nanya ke aku siapa anak itu. Ya aku jawab kalo namanya Asih, temennya temenku. Dia bilang kalo mo kenalan, dan kujawab ya ntar tak bilang ke anaknya.”&lt;br /&gt;“Orangnya gimana?” tanyaku menyelidik.&lt;br /&gt;“Yang jelas anaknya cakep, baik hati, tidak sombong, dan tidak angkuh,” jawab Mas Deni menjelaskan.&lt;br /&gt;“Ngiklan nich ye…, boleh lah, mumpung jomblo nich, sapa tau bisa jadi gebetan,” kataku asal.&lt;br /&gt;“Oke, ntar malam jam 7 kamu bersiap, pakai baju yang bagus, dan berdandan yang cantik, biar tidak mengecewakan,” kata Mas Deni.&lt;br /&gt;“Ih Mas Deni, bisa aja, kalo aslinya udah cantik, nggak perlu dipoles pun udah keliatan cantik, ya nggak?” tanyaku manja.&lt;br /&gt;“Iya dech,” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Emang dech, kakakku yang satu ini, orangnya emang asyik. Aku kenal dia karena dia adalah teman dari bosku. Namanya Deni, aslinya dari Kupang. Orangnya baik dan penuh perhatian. Dia sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Saya sering main ke kost nya untuk minta tolong kalo komputer di rental lagi ada gangguan. Ya, saya memang kerja di rental saat itu. Namanya Diva Computer. Saya bekerja sebagai operator rental, juru ketik cepat dan translator. Yang punya Diva Computer ini namanya Mas Andik dan Mas Irvan. Mas Deni ini adalah temannya Mas Andik. Nggak tau teman main ato teman seperjuangan.&lt;br /&gt;Saya masih ingat, hari itu tanggal 26 Desember 2003. Tiga bulan setelah saya wisuda. Waktu berjalan begitu cepat dan tibalah saat yang dijanjikan oleh Mas Deni.&lt;br /&gt;“Sih, lagi jaga rental?” tiba-tiba Mas Deni datang dan membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;Entahlah apa yang aku lamunkan, aku sendiri tidak tahu, mungkin karena kata-kata Mas Deni tadi siang tentang temannya yang mo kenalan sama saya.&lt;br /&gt;“Eh, iya, hari ini kebagian shift malam. Anak-anak yang lain lagi sibuk,” jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;“Sampai jam berapa nanti?” tanya Mas Deni.&lt;br /&gt;“Ya liat aja Mas, kalo sepi ya mungkin jam sepuluhan ntar tak tutup aja,” sahutku.&lt;br /&gt;“Eh, temenku jadi lho mo kenalan sama kamu, Ges sini, Asih lagi nggak ada kerjaan,” kata Mas Deni sambil memanggil temannya.&lt;br /&gt;Kemudian teman yang dipanggil tadi masuk. Orangnya lumayan cakep, tinggi tapi kurus. Wajahnya agak tidak ramah (kayaknya). Tapi okelah, semua itu menjadi satu kesatuan yang enak aja dipandang. Cuma kayaknya umurnya jauh beberapa tahun di atasku, kelihatannya. Lalu dia menjulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya, dan lagi-lagi lamunan saya buyar karenanya.&lt;br /&gt;“Saya Hendro, kamu siapa?” sapanya ramah.&lt;br /&gt;“Oh My God, ternyata dia ramah, jadi salah dech dugaanku, dasar Asih, sukanya menduga-duga,” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;“Eh iya, saya Asih, senang berkenalan dengan Anda,” kataku tersipu malu.&lt;br /&gt;Kemudian dia duduk sama Mas Deni, tepat didepanku, malu dech jadinya, dipandangi sama dia.&lt;br /&gt;“Temennya Mas Deni?” tanyaku bingung memulai pembicaraan.&lt;br /&gt;“Iya,” katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Ya Tuhan, orang ini manis juga kalo senyum,” dalam hati aku berandai-andai.&lt;br /&gt;“Dah lama kerja di sini?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Hampir setahun kali, lupa nggak ngitung,” jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Hatiku tiba-tiba berdebar-debar dan berdegub cepat. Baru kali ini saya berkenalan dengan cowok dengan hati berdebar-debar. Berapa puluh cowok yang selama ini saya kenal, tapi rasanya tidak seperti ini. Apa saya telah jatuh hati? Apa saya terpesona pada pandangan pertama. Padahal biasanya tidak seperti ini kalo berkenalan sama cowok.&lt;br /&gt;“Tadi namanya sapa?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;“Hendro, kenapa?” dia balik tanya.&lt;br /&gt;“Lho, tadi Mas Deni manggilnya kok Ges?”&lt;br /&gt;“Iya, nama di darat Hendro, nama di udara Boges,” katanya sembari tersenyum lagi.&lt;br /&gt;“Ah, ni orang, kenapa tersenyum lagi sich, jadi tambah semakin manis tau….,” gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;Kemudian orang yang namanya Hendro tadi bercerita tentang dirinya. Tentang asalnya, tentang keluarganya, tentang kuliahnya. Walau tidak banyak dan lengkap, tapi sedikit menggambarkan siapa sosok dia yang sebenarnya.&lt;br /&gt;“Mas Hendro dulu kuliahnya angkatan berapa,” tanyaku menyamarkan maksud kalo sebenarnya mau tanya lahir tahun berapa.&lt;br /&gt;“Sebenarnya saya seangkatan sama Mas Deni,” jawabnya juga disertai senyum lagi.&lt;br /&gt;“Kalo seangkatan Mas Deni, berarti lahir sekitar tahun 1975 ato 1976?” tanyaku sok jadi peramal.&lt;br /&gt;“Yup tepat, tahun 1976, kenapa? Ada yang salah?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Nggak, nggak papa,” jawabku. “Berarti beda 5 tahun dari saya. Wuih ketuaan nggak ya kalo dijadikan pacar?” tanya hatiku sebelah kiri. “Ah Asih, kejauhen kalo mikir,” kata hatiku yang sebelah kanan.&lt;br /&gt;“Kalo Asih, lahir tahun berapa?” tanyanya balik.&lt;br /&gt;“Rahasia, tanya aja sama Mas Deni, dia tahu semua kok tentang saya,” kataku sambil ngelirik Mas Deni. Yang dilirik cuma senyum aja.&lt;br /&gt;“Dia lahir tahun 1981, masih kecil anaknya,” katanya sambil ngeledek.&lt;br /&gt;“Biar kecil khan cabe rawit ye,” jawabku tak mau kalah.&lt;br /&gt;Trus Mas Hendro melanjutkan ceritanya, tumben amat, kok saya banyak jadi pendengar ya, biasanya kalo kenalan sama cowok, saya seperti orang yang sedang monolog, jadi pembicara lalu cowoknya jadi pendengar. Tapi kali ini saya yang jadi pendengar, pendengar setia, gitu istilahnya. Lalu kita tuker-tukeran nomor handphone. Dan sekitar jam delapanan dia dan Mas Deni pamitan pulang.&lt;br /&gt;Sepulangnya dia, otakku terus menerus diisi oleh bayangan-bayangan tentang dia, sosok orangnya, kata-katanya, cerita-ceritanya dan apa aja tentang dia.&lt;br /&gt;“Huh jadi tidak bisa konsentrasi, bete dech,” gumamku lirih.&lt;br /&gt;“Ngapain ngedumel Sih, dari tadi tak perhatiin kok kayaknya ada yang dipikirkan,” tanya Mbak Febri, temanku sekamar.&lt;br /&gt;Saya dan Mbak Febri, juga Iis tinggal dalam satu atap di belakang rental. Di situ ada satu kamar yang besar. Dan kami bertiga memang diminta oleh Mas Andik dan Mas Irvan, si pemilik rental, untuk tidur di situ sekalian menjaga rental.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa mbak, itu lho gara-gara Mas Deni mengenalkan saya sama temannya yang namanya Mas Hendro, saya dari tadi kok terbayang-bayang terus.”&lt;br /&gt;“Kamu suka kali,” kata Mbak Febri sok jadi peramal.&lt;br /&gt;“Suka? Masih jauh kali mbak. Baru aja kenal. Tapi tu orang, lumayan juga sich. Cakep dan baik hati kayaknya,” kataku pada Mbak Febri.&lt;br /&gt;“Ah kamu, jangan cepat menilai, ntar salah tau rasa kamu,” kata Mbak Febri sambil menutup gorden rental.&lt;br /&gt;Ya memang waktu itu sudah jam sepuluh malam dan rental sudah sepi pengunjung, jadinya kami tutup saja. Kemudian kami berdua langsung tidur, menyusul Iis yang sudah dulu tertidur di peraduannya yang empuk.&lt;br /&gt;“Huh, gila, nggak bisa tidur nich, kenapa ingat dia terus ya?” gumamku lirih.&lt;br /&gt;“Sudah tidur aja, besok kamu dapat shift pagi lho, karena aku ada acara, jadinya kamu jaga pagi,” kata Mbak Febri dengan mata yang sudah terpejam.&lt;br /&gt;“Hah? Shift pagi? Yaa, mampus dech, harus cepet-cepet tidur nich,” kataku dalam hati.&lt;br /&gt;“Oke dech Non, met malam,” aku menyapa Mbak Febri.&lt;br /&gt;Eh, nggak ada jawaban, kulihat Mbak Febri udah asyik berlayar di atas samudera kapuknya. Dan tiba-tiba handphoneku berbunyi, menandakan adanya sms masuk.&lt;br /&gt;“Siapa sich malam-malam gini sms,” gumamku.&lt;br /&gt;Setelah kulihat, betapa terkejutnya aku. Ternyata Mas Hendro yang sms, dan sms itu sampai saat ini masih selalu kuingat. Isinya:&lt;br /&gt;‘Selamat malam, selamat tidur. Perkenalan ini sangat berkesan. Maukah besok malam saya ajak jalan-jalan ke kota?’&lt;br /&gt;“Oh My God, apa dia sekarang juga sedang ingat sama saya?” hatiku sebelah kiri berharap.&lt;br /&gt;“Eh, jangan ge-er dulu,” hatiku sebelah kanan menyahut.&lt;br /&gt;Lalu kubalaslah sms itu:&lt;br /&gt;“Terima kasih, besok malam saya tunggu.”&lt;br /&gt;Memang kenalan singkat ini sangat mengesankan dan merupakan awal dari semua hal yang indah dalam hidupku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-757483786656122731?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/757483786656122731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/03/kenalan-yang-sangat-singkat-sih-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/757483786656122731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/757483786656122731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/03/kenalan-yang-sangat-singkat-sih-kamu.html' title='Kenalan Yang Sangat Singkat'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-4978744173523924298</id><published>2009-03-03T21:17:00.000+07:00</published><updated>2010-12-27T23:11:42.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perbandingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Bahasa Indonesia vs Bahasa Belanda</title><content type='html'>Bahasa Indonesia mengadaptasi kosa kata Bahasa Belanda dengan aksen dan cara penulisan yang berbeda. Setelah saya menelusiri secara terperinci ternyata tidak satu atau dua kata, tapi puluhan bahkan ratusan kata-kata Bahasa Belanda yang terasimilasikan kedalam Bahasa Indonesia.Untuk lebih jelasnya saya uraikan dibawah ini sebagai sebuah daftar dikiri Bahasa Indonesia dan dikanan Bahasa Belanda: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kamar = kamer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kantor = kantoor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tehel = tegel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;plapon = plafond&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kosen = kozijn&lt;/li&gt;&lt;li&gt;handuk = handdoek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kulkas = koelkast&lt;/li&gt;&lt;li&gt;wastafel = wastafel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;anfal (serangan) = aanval&lt;/li&gt;&lt;li&gt;besluit (keputusan) = besluit&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="more-54"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;perboden = verboden&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pakansi = vakantie&lt;/li&gt;&lt;li&gt;plesir = plezier&lt;/li&gt;&lt;li&gt;stip = stift&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seterika = strijken&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rem = rem&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pedal = pedal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sadel = sadel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;stir = stuur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sopir = chaffeur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kusir = koetsier&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pintar = pinter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;laci = laadje&lt;/li&gt;&lt;li&gt;arloji = horloge&lt;/li&gt;&lt;li&gt;beha = b.h. (bustehouder)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pantopel = pantoffel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pantalon = pantaloon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tas = tas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lampu = lampje&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bangku = bank&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bangsal = bank zaal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;besuk = bezoek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lap = lap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;slaber (mengepel) = slabber&lt;/li&gt;&lt;li&gt;duku (uang) = doekoe&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pabrik = fabriek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;partai = partij&lt;/li&gt;&lt;li&gt;spanduk = spanddoek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;toples = stopfles&lt;/li&gt;&lt;li&gt;spekuk = spekkoek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;weser = wijzer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rebewes = rijbewijs&lt;/li&gt;&lt;li&gt;risleting = ritsluiting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;korsleting = kortsluting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gratis = gratis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;korting = korting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;permak = vermaak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pelek = velg&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ban = band&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gorden = gordijn&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kabel = kabel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;got = goot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;teras = terras&lt;/li&gt;&lt;li&gt;beranda = verandah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rok = rok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;atrek = uitrek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gelas = glaas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;patron = patroon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tang = tang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;betel = beitel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mor = moer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;skrup = schroef&lt;/li&gt;&lt;li&gt;selang = slang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;air ledeng = (water)leiding&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leden = Leiden&lt;/li&gt;&lt;li&gt;map = map&lt;/li&gt;&lt;li&gt;buku = boek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sekolah - school&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pailit = failliet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bandit = bandiet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;polisi = politie&lt;/li&gt;&lt;li&gt;traktor = traktor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rim = riem&lt;/li&gt;&lt;li&gt;peci = petje&lt;/li&gt;&lt;li&gt;brankas = brandkas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ember = emmer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ofen = oven&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rak = rek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sedan = sedan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seprei = sprei&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kwas = kuas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pulpen = vulpen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;potlot (pinsil) = potloot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;setel (pasangan) = stel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kroket = kroket&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perkedel = frikandel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bernebon (kacang coklat) = bruine boon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;buncis = boontjes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;bawang prei = prei&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kacang ercis = erwtjes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sepur = spoor&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ternyata apa yang kita ucapkan sehari-hari baik memakai bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa masih mengandung kosa kata bahasa Belanda. Mungkin masih ada banyak lagi kosa kata yang mengandung bahasa Belanda, yang pada akhirnya sesuatu tak lepas dari masa lalu, yang mana negeri Belanda yang pernah menjajah kita selama bertahun-tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-4978744173523924298?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/4978744173523924298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/03/bahasa-indonesia-vs-bahasa-belanda.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/4978744173523924298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/4978744173523924298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/03/bahasa-indonesia-vs-bahasa-belanda.html' title='Bahasa Indonesia vs Bahasa Belanda'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-5800587723525047170</id><published>2009-02-14T15:14:00.000+07:00</published><updated>2010-12-27T23:12:15.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Hadiah Valentine Special</title><content type='html'>Hari Valentine. Katanya hari ini identik dengan kasih sayang. Tapi ada yang berpendapat, mengapa harus di setiap tanggal 14 Februari. Bukankah kasih sayang itu harusnya setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik. Kasih sayang dengan orang-orang yang memang dekat dengan kita dan kita cintai dan sayangi. Begitulah kira-kira, pendapat yang ada di masyarakat. Begitupun juga pendapatku. Selama ini aku tidak pernah merayakan Hari Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk hari ini, 14 Februari 2009, yang katanya memang bertepatan dengan Hari Valentine, aku mendapat sebuah hadiah yang sangat spesial bangeeeeeeeeeeet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yang Esa telah menjawab doa-doaku. Dia telah memberiku anugerah, yaa aku bilang anugerah, karena sangat membuatku bahagia. Bukan hanya aku, tetapi juga keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir setahun aku terombang-ambing dalam ketidakpastian melamar pekerjaan. Berkali-kali lamaran aku kirimkan, berkali-kali juga aku mengikuti tes wawancara dan psikotes. Satu hal yang selalu menjadi benturan akan diterimanya aku dalam pekerjaan, adalah statusku. Ya, aku memang sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Tapi apakah wanita yang menikah tidak boleh melamar kerja? Apa salahnya mereka melamar kerja, jika mereka memang mempunyai kemampuan di bidang pekerjaan yang mereka dilamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ini aku sedang berbahagia. Aku diterima bekerja sebagai administrasi. Pekerjaan sebagai administrasi. Ya, karena di bidang itu aku merasa yakin punya keahlian dan keterampilan. Dan itu telah aku dapatkan. Walaupun masih status kontrak, tapi aku sangat bersyukur, Tuhan telah kabulkan doaku dan Tuhan telah penuhi kemauanku. Bekerja sebagai administrasi di suatu perusahaan swasta yang cukup ternama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Ya Allah, ini adalah hadiah valentine yang sangat special dari-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga aku selalu bisa menjadi hamba-Mu yang semakin hari semakin baik. Dan selalu bisa menjaga keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih suamiku, engkau memang seorang suami yang pengertian. Kau mengijinkanku mencari kerja, walaupun aku tahu kau sangat berat dengan si kecil. Tapi hidup terus berjalan. Dan kau tidak mau mengekangku. Kau memberiku keleluasaan untuk mencari kerja. Aku berjanji, aku akan selalu berusaha menjadi seorang istri seperti yang kau dambakan dan tidak akan membuatmu kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, terima kasih buah hatiku. Si kecil yang semakin cantik dan semakin mengerti akan arti kehidupan. Di usiamu yang masih 2 tahun, kau telah bisa mengerti bahwa mamamu ini harus bekerja. Demi kamu juga sayangggggggggg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga buat semua keluargaku, bapak dan ibu, juga bapak dan ibu mertua, pokoknya semua keluarga. Terima kasih atas doanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat dan takzim dari Asih dan keluarga....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-5800587723525047170?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/5800587723525047170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/hadiah-valentine-special.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/5800587723525047170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/5800587723525047170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/hadiah-valentine-special.html' title='Hadiah Valentine Special'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-2116045541311504106</id><published>2009-02-12T11:26:00.000+07:00</published><updated>2010-12-27T23:13:01.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Belajar Menikmati Perjalanan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nanti turun dulu di Terminal Blitar ya dik, kita beli bakso dulu, perut Mas lapar.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba aku tersadar dari lamunan, kulihat Pak Sopir sedang konsentrasi mengemudi. &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penumpang ada yang tidur, ada yang baca koran, ada yang sedang minum aqua, ada yang makan camilan, dan bahkan ada juga yang hanya bengong, aku nggak tahu apa yang sedang dipikirkannya. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang asyik memperhatikan pemandangan di kiri kanan bis. Juga ada yang ikut memperhatikan jalan, layaknya sopir.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ah, ternyata seperti ini situasi dalam sebuah bis, betapa bodohnya aku sudah berkali-kali naik bis tapi tidak pernah memperhatikan situasi yang sebenarnya di dalam bis,” pikirku dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dik, kok ngelamun, tadi dengar nggak?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Eh, iya,” kucoba cari arah suara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya Allah, ternyata aku tidak sendirian dalam perjalanan kali ini. Aku ditemani oleh seseorang. Kenapa aku hampir melupakannya?” pikirku.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya, aku memang sering melakukan perjalanan. Yang paling sering sich perjalanan dari Tulungagung ke Malang dan sebaliknya. Karena dalam rangka menuntut ilmu. Dan selama ini aku memang sering, bahkan hampir selalu sendirian dalam perjalanan. Entahlah kenapa aku menyukai kesendirian. Mungkin karena latar belakangku sebagai anak tunggal yang biasa melakukan apa saja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Iya, tadi ngomong apa Mas?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nanti kita turun dulu di Terminal Blitar, beli bakso dulu, perut Mas lapar.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Iya, terserah dech.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam hati aku bergumam, “Ya…, harus turun di terminal dulu, beli bakso. Berapa lama waktu yang harus dihabiskan untuk beli bakso, terus memakannya? Sesuatu yang sangat tidak pernah aku lakukan selama ini. Tapi demi yayang, gak papa lah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitulah, selama 5 tahun aku melakukan perjalanan dari Tulungagung ke Malang naik bis dalam rangka menuntut ilmu, tidak pernah sekalipun aku membeli makanan atau minuman di dalam kendaraan atau terminal dan memakannya. Paling begitu naik aku langsung ambil ancang-ancang untuk tidur ato menikmati pemandangan di depan. Karena aku suka sekali duduk di depan deket pak sopir. Bukan karena apa-apa, karena kalo duduknya di depan, bakalan aman dari orang-orang yang mabuk perjalanan. Aku orangnya paling takut dan nggak bisa bila harus menghadapi orang yang muntah di kendaraan. Karena bau muntahan bercampur bau kendaraan bisa buat aku ikut muntah juga. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Biasanya begitu aku dapat tempat duduk di depan, langsung ngorok dech. Yang paling sengsara kalo kursi depan telah penuh. Yaah, mesti duduk di mana aja dech. Tapi seperti biasa, aku langsung peluk tas, trus zzz…zzzz…zzzz. Entahlah aku paling hobi tidur di kendaraan. Mungkin karena di pikiranku telah tertanam bahwa perjalanan itu melelahkan dan membosankan. Nggak ada yang bisa dilakukan dalam hal menunggu sampainya di tempat tujuan, kecuali tidur. Karena dengan tidur tanpa terasa waktu berlalu dan kita nyampai di tujuan. Dan pak kernet lah yang biasanya ngebangunin aku, karena harus bayar ongkos bis. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sampailah juga di Terminal Blitar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kita turun di luar ato di dalam terminal?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Terserah Mas aja.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya udah, di terminal dalam aja.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah turun, kami mencari-cari bakso.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dik, di sini bakso satu porsi berapa?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Gak tau,” sahutku seraya mengernyitkan dahi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Terus bakso yang enak dimana?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Gak tau juga, he he,” sambil liat kesana kemari seolah-olah sedang ikut mencari mana bakso yang enak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya udah, kita coba ke luar terminal aja, siapa tau nanti ada bakso yang enak.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku ikuti saja kemauannya. Kuikuti langkahnya yang berjalan terus ke luar terminal. “Ini orang, semua kios makanan mulai dari bakso dan berbagai jenis makanan lain di terminal telah dilewati, eh kok tidak satupun ada yang menggoda dia untuk mampir. Bakso seperti apa sich yang dia cari?” gerutuku dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Mas, mau nyari bakso yang bagaimana sich?” tanyaku tidak mengerti.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Maksudnya?” dia balik tanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kok dari tadi jalan terus dan nggak mampir buat makan bakso di dalam terminal tadi.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nggak papa, pengen nyari yang di luar aja, sekalian nanti enak kalo mo nyari bis ke Tulungagung.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Yaelah…”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dik, kalo di luar terminal, ada bakso dimana?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Gak tau,” jawabku yang memang benar-benar nggak tau.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Eh dari tadi kok jawabnya ‘gak tau’ terus sich?” dia agaknya mulai jengkel.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Iya emang nggak tau, mo gimana lagi?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Selama ini adik nggak pernah beli bakso di terminal sini?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nggak, he he,” jawabku polos.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;‘Ya ampun, terus kalo turun di terminal ini ngapain aja?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya, langsung naik bis ke Tulungagung.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitulah aku, nggak pernah sekalipun berkeinginan untuk berlama-lama di dalam perjalanan, apalagi di terminal. Kalo udah naik bis dari Malang, turun terminal Blitar, naik bis lagi ke Tulungagung, turun terminal Tulungagung, terus naik angkot desa, lalu nyampe rumah. Selesai urusan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kalo lapar, atau haus?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya ditahan aja, ntar makan ato minum kalo udah nyampe rumah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Duh kamu ini dik, bener-bener dech….” dia tidak meneruskan kata-katanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Oke, kita makan bakso di situ, kayaknya enak nich,” katanya sambil menunjuk ke tukang bakso di depan terminal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah kita masuk, di situ tertera harga baksonya, Rp. 5.000,00 untuk bakso campur lengkap. Ya udah akhirnya kita pesan dua mangkok.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dik, kamu mau minum apa?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Teh anget aja.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Yaah, yang lain, coca cola ato fanta gitu loo, ntar dikasih es batu di gelas” katanya sambil menunjuk coca cola dan fanta di pojok meja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Emang boleh, minta es batu di gelas?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Ya kalo tidak boleh, ntar belilah, repot amat.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nggak ah, nggak terbiasa.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nggak terbiasa ato nggak pernah minum?” katanya meledek.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dua-duanya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“He he dasar, trus gimana nich, jadi coca cola ato teh anget?” tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Teh anget aja.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya si Yayang pesen satu teh anget dan satu coca cola, tidak lupa es batunya di gelas. Maklum aja, aku adalah penikmat teh sejati. Kalau gak ada teh ya air putih aja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kulihat Yayang begitu menikmati bakso dan es coca colanya. Seakan tidak mau kalah aku juga menikmati bakso dan teh angetku. Diam-diam aku berpikir. “Bener juga ya si Yayang, kalo turun terminal trus nyempatin makan ato minum sebentar, walo bukan nasi, perut rasanya jadi enak, badan juga tidak lesu (ya iyalah khan kenyang). Dan perjalanan pun semakin menjadi asyik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Dik, sekalian ya ntar beli camilan lagi, buat di perjalanan ke Tulungagung.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Camilan yang tadi kayaknya masih kok,” kataku sambil menunjuk sisa camilan perjalanan tadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Nggak papa, beli lagi buat cadangan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Terserah Mas dech.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemudian setelah membeli camilan, kita lalu naik bis ke Tulungagung. Di dalam bis si Yayang asik makan camilan. Akupun juga ikut menikmati camilan itu. Seumur-umur baru ini dech, aku menyempatkan makan camilan di dalam kendaraan. Biasanya, tau sendiri khan, daripada makan gitu mending tidur aja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan dari Blitar ke Tulungagung membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Setelah nyampai Tulungagung, ternyata ayah tercinta dan tetangga telah siap dengan motor jemputannya. Syukurlah akhirnya kita tidak kehilangan transport untuk naik angkot desa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan ke rumah aku mulai berpikir lagi, “Kayaknya ini pengalamanku yang paling asyik dalam perjalanan. Aku mulai belajar untuk menikmati suatu perjalanan dengan transportasi umum. Ternyata perjalanan itu tidak membosankan, tidak seperti yang selama ini aku lakukan. Mulai saat ini dan seterusnya, aku akan mencoba dan membiasakan untuk lebih akrab dengan bis, eh maksudnya mencoba untuk menikmati setiap detik perjalanan dalam bepergian. Jadinya aku tidak bete dan bisa merubah kebiasaanku tidur di dalam bis, dan menggantinya dengan menikmati camilan ato menikmati pemandangan sekitar ato menikmati musik (kalo ada) juga singgah barang sebentar di terminal untuk makan ato minum agar badan tidak lemah, letih, lemes dan lesu (eh itu khan gejala anemia). Intinya, perjalanan dalam bepergian itu ternyata bisa dibuat menjadi sangat mengasyikkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-2116045541311504106?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/2116045541311504106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/belajar-menikmati-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/2116045541311504106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/2116045541311504106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/belajar-menikmati-perjalanan.html' title='Belajar Menikmati Perjalanan'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-211426651238288726.post-611310455457225774</id><published>2009-02-12T11:02:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T11:10:04.209+07:00</updated><title type='text'>Salam Semua.....</title><content type='html'>Akhirnya, apa yang menjadi uneg-uneg untuk benar-benar memiliki sebuah blog dan menjadi blogger bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keturutan&lt;/span&gt;... alias terlaksana. Selamat datang semua para pengunjung blog saya. Semoga apa yang saya tulis di sini, bisa menjadi hiburan dan bisa bermanfaat untuk semua pengunjung dan yang bukan pengunjung (lho... maksudnya...).&lt;br /&gt;Dan.................... salam persahabatan dan pertemanan........dari saya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/211426651238288726-611310455457225774?l=mamaesalsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/feeds/611310455457225774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/salam-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/611310455457225774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/211426651238288726/posts/default/611310455457225774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mamaesalsa.blogspot.com/2009/02/salam-semua.html' title='Salam Semua.....'/><author><name>mamaesalsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17285210831706510917</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_3mP8KptDxOE/SZOiPlhPbdI/AAAAAAAAAAM/mVsRkrhpTmU/S220/salsa-1+(600+x+450).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
